Home Seputar Islam Yakin Sujud Sahwi Anda Sudah Benar? Inilah Penjelasannya!

Yakin Sujud Sahwi Anda Sudah Benar? Inilah Penjelasannya!

by Arundaya Maulana
Sujud Sahwi/freepik

PROGRESIF EDITORIAL – Sujud sahwi adalah sujud yang diperlukan ketika seseorang mengabaikan (lupa) pada pelaksanaan sunnah ab’ad dalam shalat. Sujud sahwi dilakukan sebelum salam dan dilakukan dua kali, sesuai dengan cara sujud biasa.

Hal-hal yang termasuk dalam sunnah ab’ad dalam shalat mencakup membaca tasyahud awal, menyebutkan shalawat pada tasyahud awal, membaca shalawat untuk keluarga Nabi SAW pada tasyahud akhir, dan membaca qunut saat shalat Subuh dan shalat witir dari pertengahan bulan Ramadhan hingga akhir bulan Ramadhan.

Tambahan lagi, sujud sahwi perlu dilakukan jika ada keraguan atau kebingungan mengenai jumlah rakaat dalam shalat. Dalam situasi tersebut, seseorang disarankan untuk menetapkan jumlah rakaat yang paling sedikit dan kemudian melakukan sujud sahwi.

Dikutip dari NU Online, Adapun berikut ini bacaan sujud sahwi :

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا 

Subhana man laa yanaamu walaa yashu.

Artinya, “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Mengacu pada NU Online, penjelasan yang jelas tentang hukum sujud sahwi ini dapat ditemukan dalam kitab Hasyiyah al-Bujairami :

‎وأسبابه خمسة ، أحدها ترك بعض .ثانيها : سهو ما يبطل عمده فقط . ثالثها : نقل قولي غير مبطل . رابعها : الشك في ترك بعض معين هل فعله أم لا ؟ خامسها : إيقاع الفعل مع التردد في زيادته

“Sebab kesunnahan melakukan sujud sahwi ada lima. Yaitu meninggalkan sunnah ab’ad, lupa melakukan sesuatu yang akan batal jika dilakukan dengan sengaja, memindah rukun qauli (ucapan) yang tidak sampai membatalkan, ragu dalam meninggalkan sunnah ab’ad, apakah telah melakukan atau belum dan yang terakhir melakukan suatu perbuatan dengan adanya kemungkinan hal tersebut tergolong tambahan” (Syekh Sulaiman al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami, juz 4, hal. 495). 

Secara lebih detail, Rasulullah SAW menjelaskan hikmah di balik pelaksanaan sujud sahwi dan penambahan rakaat dalam konteks tersebut.

‎إذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام ، فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان

Baca Juga:  Ragam Gelar Kebangsawanan dalam Kesultanan di Dunia

“Ketika kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya, jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan.” (HR. Abu Daud)

Dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs Moh Rifai, dijelaskan mengenai hal-hal yang mungkin terlupakan dalam shalat, seperti lupa melakukan kewajiban (fardhu), lupa melaksanakan sunnah ab’ad, dan lupa melaksanakan sunnah hai’at.

Jika yang terlupa adalah kewajiban (fardhu) dalam shalat, maka sujud sahwi saja tidak cukup. Jika seseorang menyadari kekeliruan tersebut selama shalat, dia harus segera melaksanakannya. Jika dia menyadari setelah salam dan masih ada waktu sebentar, dia wajib menunaikan kewajiban yang terlupa dan kemudian melakukan sujud sahwi.

Jika yang terlupakan adalah sunnah ab’ad, maka tidak perlu mengulangi shalat. Shalat dilanjutkan hingga selesai, dan sebelum salam disarankan untuk melakukan sujud sahwi.

Jika yang terlupa adalah sunnah hai’at, maka tidak perlu mengulangi yang terlupa tersebut, dan sujud sahwi juga tidak diperlukan.

Related Posts

Leave a Comment