Home Tokoh Langka! Kesultanan Ini Diwariskan Oleh Kakek Buyut

Langka! Kesultanan Ini Diwariskan Oleh Kakek Buyut

by Abdul Wahid Tamimi

PROGRESIF EDITORIAL – Siapa yang tak mengenal Sunan Gunung Jati?. Seorang anggota Walisongo sekaligus pendiri Kesultanan Cirebon dan Banten. Namanya sangat harum di seluruh Indonesia dan keturunannya tersebar di pelosok negeri. Namun, banyak yang tak tahu tentang sebuah kisah unik yang ada di Kesultanan Cirebon, yaitu kesultanan tersebut tak diwariskan oleh ayah, tapi oleh kakek buyut.

Sunan Gunung Jati dikenal memiliki umur yang panjang, yaitu 120 tahun. Beliau memiliki 4 putra. Namun, tak ada yang dapat meneruskan kesultanannya. Pangeran Jayakelana dianggap tak layak memimpin karena kenakalannya. Pangeran Bratakelana tewas dibunuh begal. Pangeran Sabakingking memisahkan diri dan mendirikan Kesultanan Banten. Pangeran Pasarean tewas dalam sebuah agenda di Demak.

Pangeran Pasarean sebenarnya memiliki seorang putra bernama Pangeran Sedang Kemuning. Namun, ia juga wafat karena alasan yang tak diketahui. Akhirnya, Sunan Gunung Jati mengangkat Fatahillah sebagai wali negara pengganti putra mahkota waktu itu yang masih belum baligh.

Setelah Sunan Gunung Jati wafat, Pangeran Zainul Arifin—cicitnya dari Pangeran Sedang Kemuning—diangkat menjadi Sultan Cirebon. Pangeran Zainul Arifin juga memiliki umur yang panjang, yaitu 102 tahun. Sayangnya, itu dibarengi dengan wafatnya seluruh putra beliau. Setelah kewafatannya, tahta diserahkan pada Pangeran Girilaya—salah satu cicitnya.

Pangeran Girilaya adalah sultan terakhir Cirebon yang dibunuh Amangkurat I, mertuanya sendiri. Amangkurat I membunuhnya atas kekhawatiran akan keluarnya Cirebon dari Mataram. Selain itu, putra Pangeran Girilaya juga turut dipenjara. Setelah bebas, mereka dipaksa membagi Kesultanan Cirebon menjadi 2, yaitu Kasepuhan dan Kanoman. Dengan ini, berakhir kisah kesultanan warisan antar kakek buyut tersebut.

Baca Juga:  Musa al-Kadzim, Ulama Penyabar dan Pemberani

Related Posts

Leave a Comment