PROGRESIF EDITORIAL– Nahdlatul Ulama telah mencapai usia 1 abad. Tentu, perhelatan peringatan 1 abad NU yang digelar di kabputaen Sidoarjo memberikan penegasan, bahwasanya kota udang ini pernah menjadi rujukan bagi para pendiri Nahdlatul Ulama dalam mencari ilmu.
Tepatnya di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, berdiri Pesantren al-Hamdaniah yang didirikan KH. Hamdani pada 1787. Di sebelahnya, berdirilah Pesantren al-Khozini yang didirikan R. KH. Muhammad Khozin Khoiruddin pada sekitar 18-19.
KH. Hamdani adalah keturunan Mbah Sholeh Semendi (Muhammad Sholeh bin Maulana Hasanuddin bin Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)). Dulu, tanah Siwalanpanji masih berupa rawa. Lalu, KH. Hamdani mengubahnya menjadi tanah dan mendirikan pesantren di sana.
Dalam pendiriannya, KH. Hamdani mendatangkan kayu terbaik dari Cepu. Dikisahkan bahwa kayu tersebut mengapung sendiri mengarungi sungai menuju pesantren. Inilah salah satu kemuliaan yang diberikan Allah pada para kekasihnya.
Bangunannya memang masih kuno, bahkan bisa dikatakan memprihantinkan. Namun, pesantren ini mencetak berbagai ulama besar. Sebut saja KH. Muhammad Kholil, KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, R. KH. As’ad Syamsul Arifin, dan masih banyak lagi.
Page: 1 2
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…