Home Seputar IslamNdresmo, Warisan Sayyid Sulaiman di Kota Pahlawan

Ndresmo, Warisan Sayyid Sulaiman di Kota Pahlawan

by Abdul Wahid Tamimi
2 minutes read

Belanda yang semakin geram lantas membuang as-Sayyid Ali ke Sri Lanka. Selain itu, mereka membunuh 2 putranya, as-Sayyid Iskandar dan as-Sayyid Badruddin. Istri as-Sayyid Ali dan 4 putra yang tersisa (as-Sayyid Ali al-Asghar, as-Sayyid Abdullah, as-Sayyid Ibrahim, dan as-Sayyid Ghazali) lantas berjuang melestarikan warisan suami dan ayahnya dengan tenaga serta harta seadanya.

Selanjutnya, as-Sayyid Ali al-Asghar mengumpulkan dan mendidik para santri dan keturunannya menjadi orang yang kuat akal dan badannya. Sehingga, mereka tak hanya cerdas dalam beragama, tapi juga cerdas dalam berperang.

Selain itu, as-Sayyid Ali al-Asghar menggali sumur keramat yang saat ini ditutup. Barangsiapa meminum air atau mandi dari sumur tersebut diyakini akan kebal dari senjata Belanda. Bahkan, tak hanya manusia, jika makanan dicuci menggunakan air tersebut akan sulit dipotong atau dikupas.

Akhirnya, banyak tentara penjajah yang segan dengan Ndresmo. Bahkan, mereka masuk Islam dan membelot. Tak hanya itu, Hadlratu asy-Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari pernah singgah ke Ndresmo untuk menyusun rencana dan memotivasi para pejuang kemerdekaan.

Saat ini, berdiri belasan hingga puluhan pesantren di Ndresmo. Mulai dari Pesantren an-Najiyah milik al-Maghfurlah KH. Mas Muhajir bin Manshur, Pesantren at-Tauhid milik al-Maghfurlah KH. Mas Tholhah bin Abdullah Sattar, Pesantren al-Haqiqi al-Falahi Joyonegoro milik KH. Mas Luqman al-Hakim, hingga Pesantren al-Muhibbin milik al-Maghfurlah KH. Mas Muhammad Nur bin Muhibbin.

Julukan “Mas” disematkan bagi para pria atau wanita zuriat as-Sayyid Ali al-Akbar. Julukan tersebut diberikan oleh zuriat Sunan Ampel karena melihat tubuh as-Sayyid Sulaiman (ayah as-Sayyid Ali) memancarkan cahaya emas.

Mereka masih menjaga berbagai tradisi, mulai dari mengarak putra yang dikhitan menggunakan kuda, hingga mengadakan tasyakuran rutin secara bergilir setiap 3 hari sekali. Semua itu karena nilai yang telah ditanamkan kuat oleh leluhur mereka secara turun-temurun.

Related Posts

Secret Link