1. Keberanian dalam Berdakwah
Nabi Musa a.s. menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam menghadapi Fir’aun. Ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk selalu berani dalam menyampaikan kebenaran meskipun dihadapkan pada kekuasaan yang zalim.
2. Jangan Terpengaruh oleh Masa Lalu
Fir’aun berusaha menggunakan masa lalu Nabi Musa a.s. untuk merendahkannya, namun Nabi Musa tetap teguh pada misinya. Ini mengajarkan kita untuk tidak terpengaruh oleh masa lalu yang mungkin penuh dengan kelemahan atau kekurangan, tetapi fokus pada misi dan tujuan hidup yang lebih besar.
3. Allah sebagai Pelindung
Fir’aun mungkin merasa bahwa dirinya berkuasa dan berjasa karena mengasuh Musa, namun sebenarnya, perlindungan dan pengasuhan sejati datang dari Allah. Ini mengingatkan kita bahwa Allah adalah pelindung dan penolong sejati bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Surah Asy-Syu’ara ayat 18 mengandung pelajaran penting tentang keberanian, keteguhan iman, dan pentingnya tidak terpengaruh oleh masa lalu. Dalam dialog antara Nabi Musa a.s. dan Fir’aun, kita belajar tentang strategi para penentang kebenaran dalam merendahkan para nabi dan pejuang kebenaran. Namun, dengan keteguhan iman dan perlindungan Allah, setiap mukmin dapat menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam perjuangan menegakkan kebenaran. Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu berani dan tegar dalam menyampaikan kebenaran, serta bersandar pada perlindungan dan bimbingan Allah dalam setiap langkah kehidupan kita.
Sumber : Pengajian Rutin Senin “Nderek Abah Yai”, Mei (2024).
