Categories: Seputar Islam

Bagaimana Hukum Sholat dengan Luka yang berdarah ?

PROGRESIF EDITORIAL– Keabsahannya sholat itu bergantung pada kesuciannya badan dan pakaian yang kita gunakan, sikap ini dituntut sebagai perwujudan sikap yang terbaik atas kita dalam ibadah yang menghadap Allah SWT

Dari definisi, kotor tidak selalu menjadikan bahwa dihukumi najis seperti halnya debu. Dalam menentukan benda najis atau sucinya itu tidak dapat berpikir dengan akal dan perasaan semata, kita membutuhkan dalil yang kuat atas menentukan hukum yang sesuai atas kasus yang terjadi

Pada ulama menyepakatkan bahwa darah termasuk barang najis , dimana hal ini didasarkan dari ayat Al-Qur’an surat Al-An’am. 145 sebagai berikut yang artinya:

Artinya: “katakanlah, ‘Tiada aku peroleh dalam wahyu yang di wahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi. karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah…” (QS. Al-An’am:145) Selain darah, termasuk benda najis adalah urine, kotoran manusia atau hewan, bangkai dan lain-lain.

Dialansir dari NU Online darah merupakan salah satu benda najis yang dihukumi menjadi dua yakni dapat diampuni dan tidak dapat diampuni. Darah kembali lagi menjadi dua yakni banyak dan sedikit, karena darah yang memiliki takaran sedikit diampuni oleh syara

Sebagian ulama lainnya menetapkan patokan yang jelas, misalnya satu hasta (adz-zhira’), telapak tangan, ukuran kuku jari tangan, dan sebagainya. Jika melebihi ukuran kuku, menurut pendapat terakhir, itu termasuk dalam kategori kelipatan. Kalau kurang ya sedikit.(fathul Jawad, 13) Darah yang keluar dari tubuh kita akibat bisul atau penyakit kulit lainnya diampuni walaupun jumlahnya banyak (Al-Iqna’.78), namun dengan tiga syarat. Pertama, hal ini bukan disebabkan oleh tindakan kita sendiri (yang tidak disengaja). Kedua, tidak boleh melampaui lokasi luka, dalam artian tidak melewati bagian tubuh yang terdapat luka. Artinya lukanya akan menjalar dari betis hingga paha. Jika luka ada di lengan, jangan menyentuh bahu. Ketiga, darah tidak bercampur dengan benda lain.

Farrel Endy

Share
Published by
Farrel Endy

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago