Categories: Seputar Islam

Doamu belum terkabul? Mungkin Ini Penyebabnya

PROGRESIF EDITORIAL– Berdoa kepada Allah merupakan salah satu usaha kita berkomunikasi dengan sang pencipta, akan tetapi tak jarang ketika doa kita belum terkabul kita merasa kecewa dan sedih. Kekecewaan dan kesedihan tersebut, hendaknya kita bendung agar tidak menjadikan diri kita bersikap suudzon terhadap Allah. Akan tetapi hal itu hendaknya menjadi suatu evaluasi terhadap diri kita, apakah ada perbuatan kita yang dapat menghalangi doa-doa kita.

Sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan Allah juga berfirman: Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu. Kemudian Nabi menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa : “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya ?” (HR. Muslim No. 1015)

Begitu pula Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengatakan pada Saad radhiyallahu anhu: “Perbaikilah makananmu, maka doamu akan mustajab.” (HR. at-Thabrani).

Pada dasarnya semua doa insyaAllah pasti akan terkabul, akan tetapi ada beberapa perkara yang menghalanginya, dirangkum dari dua hadist diatas berikut beberapa faktor yang dapat menghalangi doamu.

  • Makan-makanan dan pakaian yang haram
  • Tergesa-gesa, terkadang orang yang mengeluh karena ia merasa doanya tidak segera terkabul
  • Lalai epada Allah
  • Bermaksiat kepada Allah
  • Berbuat dzalim kepada orang lain

Dua hadist diatas merupakan cara bagaimana kita tidak seharusnya meminta saja kepada Allah, akan tetapi sebagai muslim hendaknya kita memeperbaiki perbuatan dan ibdaha kita agar doa kita tidak terhalang dengan kebiasaan buruk kita.

Wallahu a’lam bisshawab

Indah Nur Laeli

Share
Published by
Indah Nur Laeli

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago