Gus Baha dan Lora Ismael al-Kholili
Beberapa orang pernah berkata pada saya, “Kamu tau, ga?. Mbahku ternyata orang besar, lho!.”, “Aku aslinya keturunan raja, lho!”, “Bapakku ternyata habib, lho!.”, dan semacamnya.
Lalu, nalar saya bekerja. Pertanyaan akan apa maksud dan tujuan dari ucapan mereka terus muncul dan memutari pikiran saya setiap harinya.
Saya teringat kisah dari 2 ulama junjungan generasi saat ini, R. KH. Muhammad Ismael Amin al-Kholili (Lora Ismael) dan KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha). Kedua ulama ini memang sedang naik daun karena kepribadiannya yang sangat rendah hati dan membumi.
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…