Categories: Seputar Islam

Menghindari sikap Egois dengan Tawadhu’

Diantara dari kita pasti pernah melihat pengendara motor yang menggunakan trotoar untuk melintas ataupun menerobos jalur busway agar terhindar dari kemacetan. Tanpa sadar itu adalah salah satu bentuk egoisme, sekarang kita mudah menjumpai bentuk egoisme dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang egois adalah orang yang mementingkan keinginannya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Egois adalah sifat tercela yang harus kita hindari.

Rasulullah Saw bersabda :

إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِنَفْسِكَ

Artinya : “Jika engkau melihat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dan kekaguman pemilik pendapat, jagalah dirimu.” (HR Abu Daud)

Sifat egois bisa merusak diri kita sendiri,sudah pasti seseorang yang egois tidak akan disukai banyak orang. Mereka menganggap remeh perasaan orang lain, selama tidak menguntungkan baginya mereka bersikap acuh terhadap lingkungan sekitarnya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مَسْعُودٍ  قَالَ: قالَ رسُولُ اللَّه ﷺ:إنَّهَا ستَكُونُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا, قَالُوا: يَا رسُولَ اللَّهِ؟ كَيفَ تَأْمُرُ مَنْ أَدْرَكَ مِنَّا ذلكَ؟ قَالَ: تُؤَدُّونَ الحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ, وتَسْأَلُونَ اللَّهَ الذي لَكُمْ. متفقٌ عليه.

“Kalian akan menyaksikan sikap-sikap egois sepeninggalku, dan beberapa perkara yang kalian ingkari.” Para sahabat bertanya; ‘Lantas bagaimana Anda menyuruh kami ya Rasulullah!’ Nabi menjawab: ‘Tunaikanlah hak mereka dan mintalah kepada Allah hakmu!’ (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas berisi tentang pesan Rasulullah SAW bahwa di kemudian hari akan terjadi banyak perilaku egois dan perkara yang diingkari oleh umat. Istilah lain dari egois adalah atsarah, yaitu merasa ingin menang sendiri.

Tentu seorang mukmin tidak boleh memiliki sifat egois. Lalu bagaimana jika mukmin itu sendiri yang mengalami perilaku egois dari orang lain?

Page: 1 2

Farrel Dimas Saputra

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

5 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

5 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

5 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

5 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

5 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

5 months ago