kembang api/pexel
PROGRESIF EDITORIAL– Tahun 2022 tidak terasa hampir habis, banyak orang yang sudah menanti-nanti kan momen pergantian tahun, tapi kali sadar tidak bahwa pergantian tahun baru masehi dan hijriyah berbeda. Kalau masehi dirayakan dengan kembang api dan hijriyah dengan dzikir dan doa. Jadi hukum merayakan tahun baru masehi itu bolehkah?
Jadi perhitungan tahun itu ada dua model, yang pertama kalender matahari yang didasari dengan revolusi bumi
Yang kedua, kalender bulang yang didasari dengan revolusi bulan
Kalender matahari diambil dari masehi, sedangkan kalender bulan didasari dengan hijriyah. Namun, kalender matahari dan bulan tidak bisa dijadikan sebagaiu kalender suatu agama, entah kristen ataupun islam, tetapi kalender tersebut dibuat untuk semua agama atapun bersama
Page: 1 2
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…