Categories: Ragam

Sejarah dan Perbedaan Rais Aam dengan Ketua Umum dalam Nahdlatul Ulama

PROGRESIF EDITORIAL– Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar istilah Rais Aam dan Ketua Umum. Tak jarang dalam muktamar Nahdlatul Ulama, keduanya diangkat secara bersamaan. Saat ini, jabatan tersebut dipimpin oleh KH. Miftachul Akhyar dan KH. Yahya Cholil Staquf.

Namun, sebagian dari kita tidak mengetahui tentang perbedaan dari kedua jabatan tersebut, mengingat keduanya sama-sama merupakan jabatan tertinggi di Nahdlatul Ulama. Padahal, tugas dan lingkup jabatannya sangat berbeda.

Nah, kali ini, saya akan menjelaskan tentang perbedaan serta sejarah Rais Aam dan Ketua Umum dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Simak, yuk!.

Page: 1 2 3 4

Abdul Wahid Tamimi

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago