Home Esai Shalawat Asyghil, Sejarah, Redaksi dan Manfaatnya

Shalawat Asyghil, Sejarah, Redaksi dan Manfaatnya

Shalawat Asyghil, Sejarah, Redaksi dan Manfaatnya

by Syarif Abdurrahman
Shalawat Asyghil, Sejarah, Redaksi dan Manfaatnya

PROGRESIF EDITORIAL – Tradisi pembacaan shalawat asyghil bukan hal yang baru. Sejarah mencatat bahwa shalawat asyghil yang dibacakan saat puncak resepsi 1 abad Nahdlatul Ulama di GOR Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023) diciptakan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq.

Menurut Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Peterongan Prof Dr H Ahmad Zahro, secara nasab merupakan cucu dari Rasulullah, jalur nasabnya yaitu Jafar bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali Al-Murtadlo.

“Shalawat asyghil berasal dari Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H). Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umayyah dan awal era Abbasiyah yang penuh intrik dan konflik politik,” jelasnya seperti dikutip dari Azahro Official, Selasa (03/03/2023).

Dalam Jurnal Studi Hadis Nusantara 4.2 (2022): 134-148 Nurjaman, Deden, Lukman Zain, dan Ahmad Faqih Hasyim menjelaskan Imam Jafar Assadiq rutin membaca shalawat asyghil dengan jamaahnya saat melakukan doa qunut subuh.

Shalawat itu muncul salah satunya ketika ahlul bayt atau keturunan Nabi Muhammad SAW mengalami persekusi oleh Bani Umayyah, terutama di masa Yazid bin Muawiyyah.

Lalu Sayyidina Ja’far Ash-Shadiq membuat shalawat asyghil. Dia berdoa agar orang-orang zalim itu ribut sesama mereka sendiri

Disamping itu, pembacaan shalawat asyghil ini juga tersambung kepada salah satu wali besar Al-Habib bin Umar Al-Hinduan Ba’Alawyi. Shalawat asyghil sering dibacakan di Hadramaut daurah Masyayikh Yaman sampai sekarang.

Oleh karenanya shalawat Asyghil juga dikenal dengan sebutan shalawat Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Baalawy (wafat 1122 H).

Sebab, shalawat ini tercantum dalam kitab kumpulan shalawat beliau, yakni ‘al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah’.

Dikutip dari jurnal yang dituliskan Maulida, Sierly Ulya: KH Ali Manshur: biografi dan penggagas sholawat badar. Diss. UIN Sunan Ampel Surabaya, 2022 zaman Belanda, banyak ulama yang membaca shalawat, salah satunya shalawat asyghil, lafaz-Lafaz shalawat Asyhgil dengan jelas menunjukkan fungsinya untuk membentengi diri dari luar dan dalam.

Di kalangan pesantren, tokoh yang dikenal memiliki sanad shalawat asyghil yaitu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH M Anwar Mansur, ijazah dari KH Abdul Abbas Buntet.

Baca Juga:  Fiqih Kontemporer: Menjembatani Tradisi dan Modernitas

Dalil pembacaan shalawat Asyghil yaitu:

Membaca shalawat membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Mengenai perintah dan keutamaan ber shalawat diantaranya Al-Qur’an Q.S. Al Ahzab: 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمً

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Redaksi shalawat asyghil:


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ



Allohumma Sholli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin

Wa Asyghilidz Dzoolimiina Bidz-Dzoolimiina

Wa Akhrijnaa Min Baynihim Saalimiin

Wa ‘Alaa Alihi Wa Shohbihii Ajma’in

Artinya: Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berilanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.

Manfaat membaca shalawat asyghil:

Pertama, dihapus dosa oleh Allah.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat dan menghapus darinya sepuluh dosa” (HR. Ahmad).

Kedua, diangkat derajatnya oleh Allah


مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh Sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i).

Ketiga, dicintai Rasulullah

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).

Keempat, bisa menghindari membicarakan kejelekkan orang lain

Kelima, pembaca shalawat asyghil dibantu oleh Allah dalam banyak hal.

Related Posts

Leave a Comment