Sunset ignites the mountain range, a glowing inferno of beauty generated by artificial intellingence
Dewasa ini siapa yang tidak kenal dengan Abu Nawas? Penyair Persia-Arab yang hidup di Baghdad pada masa kekhalifahan Harun Ar-Rasyid.
Tidak jarang tingkah Abu Nawas dapat membuat Khalifah Harun Ar-Rasyid tertawa. Meski pujangga cerdas nan cerdik ini kerap disapa dengan nama Abu Nawas, namun ternyata itu bukanlah nama aslinya.
Mengutip dari buku Abu Nawas Sufi dan Penyair Ulung yang Jenaka susunan Muhammad Ali Fakih, karena rambutnya yang ikal dan panjang sebahu ia mendapat julukan Abu Nawas, nama lengkapnya adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani’ al-Hakami.
Banyak perbedaan pendapat terkait tahun lahir Abu Nawas. Diketahui Abu Nawas lahir di provinsi Ahwaz sekitar Khuzistan, barat daya Persia tahun 757 M.
Disebutkan dalam buku Kisah Lucu Kecerdikan Abu Nawas yang ditulis oleh Sukma Hadi Wiyanto, Abu Nawas bekerja membantu pamannya sebagai pembuat minyak wangi ketika beranjak dewasa.
Abu Nawas terkenal sebagai murid yang cerdik dan antusias dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Ia sering pergi ke masjid untuk belajar berbagai ilmu agama dan pengetahuan lain, seperti syair, fiqih, dan ilmu hadits seusai bekerja.
Suatu hari, Abu Nawas bertemu dengan seorang pujangga sekaligus ahli sastra terkenal Abu Usamah, karena sangat terpesona dengan kemampuan Abu Nawas membuat syair akhirnya ia diajarkan berbagai ilmu mengenai syair.
Kala itu, Abu Nawas merupakan seorang staf ahli dari Khalifah Harun Al-Rasyid, Abu Nawas dikenal sebagai sosok yang jenaka dan cerdas. Memang banyak cerita menarik tentangnya, salah satunya mencari neraka di siang hari.
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…