Categories: Berita

Syekh Yusri: Perbaiki Sisa Umur Kita dengan Perbanyak Zikir

“Perbaiki sisa umur kita dengan perbanyak berzikir yang mudah.”

Demikian kutipan dari pesan yang disampaikan oleh asy-Syekh as-Sayyid Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi Gabr al-Hasani, mursyid tarekat Yusriyah Shiddiqiyah Syadziliyah sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas al-Azhar Kairo, Mesir dalam Daurah Ilmiah yang dilaksanakan di Masjid Birrul Walidain Pesantren Progresif Bumi Shalawat pada Minggu dan Senin (03-04/09).

Kunjungan asy-Syekh Yusri ini menjadi yang kedua pada 2023 setelah sebelumnya pada bulan Maret lalu. Selain Pesantren Progresif Bumi Shalawat, asy-Syekh Yusri juga dijadwalkan akan berkunjung ke beberapa pesantren, diantaranya Pesantren al-Hikmah Brebes, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Pesantren Darussalam Banyuwangi, Pesantren Qotrunnada Depok, Pesantren ash-Shiddiqiyah Jakarta, dan Zawiyah ar-Raudhah Jakarta.

Dalam Daurah Ilmiah kali ini, asy-Syekh Yusri mengajarkan kitab Taj al-Arus al-Hawi li at-Tadzhib an-Nufus karya asy-Syekh Ahmad bin Atha’illah as-Sakandari. Kitab tersebut menerangkan tentang tasawuf dan pembersihan hati ala tarekat Syadziliyah.

asy-Syekh Yusri berpesan sangat banyak kepada para santri. Ia menjelaskan tentang sisi positif dan negatif dalam bergaul atau menyendiri. Tak hanya itu, ia mengingatkan bahwa hawa nafsu selalu menjebak kita untuk selingkuh dari syariat agama yang ditetapkan Allah.

“Tentu, menyendiri dan terlalu beristiqomah dalam beribadah punya sisi negatif. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan sifat berbangga diri dan ketergantungan pada amalan yang kita lakukan. Sehingga, sifat kesombongan iblis akan muncul dalam diri kita.” ungkap asy-Syekh Yusri.

asy-Syekh Yusri juga mengijazahkan beberapa wirid kepada para santri untuk dibaca setiap hari. Pembacaan wirid tersebut disertai dengan manaqib Rasulullah dan ditutup dengan Shalat Dhuha. Tak lupa, ia mendoakan para masyayikh dan santri Pesantren Progresif Bumi Shalawat agar selalu dirahmati Allah dan menjadi pribadi yang bahagia dunia akhirat.

Abdul Wahid Tamimi

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago