Categories: Seputar Islam

Inilah Tata Cara Makan Minum Sesuai Anjuran Rasulullah!

PROGRESIF EDITORIAL – Ketika kita akan memulai hari pastinya kita mengisi tubuh kita dengan energi dari makan dan minum. Namun kurang memperhatikan dampak bagi kesehatan karena makan dan minum sesuka hati.

Seorang muslim memiliki tata cara makan dan minum tersendiri dalam agama islam, tentunya yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang ternyata memiliki manfaat yang sangat bermanfaat!

Pertama, Cara Rasulullah Makan Menggunakan Tangan

Mengikut cara Rasulullah SAW sebelum beliau makan, Rasulullah SAW akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecil, lalu Rasulullah SAW akan menghisap garam tersebut.

Kemudian barulah Rasulullah makan makanan tersebut. Mengapa?

Karena kedua belah tangan mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yang kiri. Ini karena enzim yang ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses pertama pencernaan.

Mengapa menghisap garam?

Karena garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari itu sama dengan satu liter air mineral. Manusia berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yang paling bermanfaat untuk manusia.

Kenapa garam? Selain sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, langkah awal yang dilakukan jika keracunan adalah dengan memberi Sodium chloride, yaitu garam. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk gaib yang ingin mengganggu manusia.

Kedua, Cara Rasulullah Mengunyah Makanan

Rasulullah SAW akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu benar-benar lumat agar perut mudah mencerna makanan tersebut.

Ketiga, Membaca Basmalah

Membaca basmalah sebelum makan untuk menghindari penyakit. Karena bakteri dan racun membuat perjanjian dengan Allah SWT, apabila basmalah dibaca maka bakteri dan racun akan musnah dari sumber makanan tersebut.

Keempat, Cara Rasulullah minum

Tidak minum berdiri walaupun makruh, tetapi makruh yang menghampiri kepada haram. Tidak minum dari bekas yang besar dan jangan bernafas sedang sedang minum. Apabila kita minum dari bekas yang besar, biasanya meneguk air dan dalam proses minum itu tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung. 

Karena apabila menghembuskan, maka akan mengeluarkan CO2 yaitu Carbon dioxide, yang mana bila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.

Tidak meniup air yang panas, karena menimbulkan sebab yang sama. Kesunahan minum sesuai ajaran Rasulullah SAW yaitu dengan mengucap basmalah lalu meneguk air dan mengucap hamdalah setelahnya, cara tersebut dilakukan sebanyak 3 kali berurutan.

Farrel Dimas Saputra

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago