Categories: Seputar Islam

Tahun Baru Hijriah

Tahun baru Hijriah/ Islam bulan Muharram merupakan tahun baru Islam yang dimana amal baik dan buruk kita yang dicatat akan disetorkan atau diberikan kepada Allah SWT. Pada Tahun baru Hijriah kita akan mendapatkan catatan baru sebagai catatan amal baik dan buruk yang akan kita lakukan

Para pendapat mengatakan bahwa tahun baru Hijriah diperingati dengan maksud agar umat Islam mampu mengambil i’tibar (pelajaran) dari peristiwa tersebut, baik i’tibar secara tekstual maupun secara kontekstual (maknawi)

Tahun baru Hijriah/ bulan Muharram dikenal sebagai Hijrahnya Nabi Muhammad dari kota Makkah menuju Madinah yang sebelumnya disebut sebagai “Yastrib”. Sebenarnya kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.

Tahun baru Hijriah adalah perayaan tahun baru dalam kalender Hijriah, juga dikenal sebagai kalender Islam atau kalender lunar. Kalender Hijriah berbeda dari kalender Gregorian yang umum digunakan di sebagian besar dunia.

Perayaan Tahun Baru Hijriah jatuh pada tanggal 1 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Tanggal pasti perayaan ini berubah setiap tahunnya karena kalender Hijriah berdasarkan siklus bulan dan mengandung 354 atau 355 hari dalam satu tahun.

Tahun baru Hijriah merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari ini, banyak umat Muslim merenungkan tahun yang telah berlalu dan berkomitmen untuk memperbaiki diri di tahun yang baru. Ada juga kebiasaan berdoa, menghadiri kegiatan keagamaan, dan melakukan amalan-amalan baik sebagai bagian dari perayaan ini.

Tahun baru Hijriah tidak dirayakan secara meriah seperti Tahun Baru Masehi (kalender Gregorian) di banyak negara, tetapi umat Muslim biasanya memperingatinya dengan khidmat dan refleksi spiritual. Setiap tahun, pemimpin agama Islam dan masyarakat Muslim biasanya menyampaikan pesan dan nasihat untuk memulai tahun baru dengan niat yang baik dan amal yang lebih baik pula.

Perayaan Tahun Baru Hijriah juga menandai peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Hijrah ini menjadi titik awal kalender Hijriah dan memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam.

Farrel Endy

Share
Published by
Farrel Endy

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

5 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

5 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

5 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

5 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

5 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

5 months ago