Kunci Mengabadikan Diri dalam Islam yang Tak Terduga!

PROGRESIF EDITORIAL – Mengabadikan diri dengan karya merupakan sebuah konsep yang mendalam dalam pandangan Islam. Islam mendorong umatnya untuk tidak hanya hidup sebagai individu yang melewati waktu tanpa meninggalkan jejak, tetapi juga untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan dunia melalui karya-karya yang bermanfaat. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi pentingnya mengabadikan diri dengan karya menurut pandangan Islam, serta bagaimana karya-karya tersebut dapat menjadi bentuk ibadah dan investasi bagi kehidupan di dunia dan di akhirat.

Pertama-tama, Islam mengajarkan bahwa manusia diberi tanggung jawab oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi. Artinya, manusia adalah wakil Allah di dunia ini, dan oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kehidupan di muka bumi. Salah satu cara untuk melaksanakan tanggung jawab ini adalah melalui menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi umat manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman :

“Dan barangsiapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. An-Nahl: 97)

Ayat ini menegaskan bahwa amal saleh, termasuk karya-karya yang bermanfaat, akan mendatangkan pahala baik di dunia maupun di akhirat.

Kedua, mengabadikan diri dengan karya juga merupakan bentuk pengembangan diri yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda :

“Carilah ilmu dari buaian hingga ke liang lahad (kuburan).”

Pesan ini menekankan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat, serta pentingnya menghasilkan karya-karya yang memanfaatkan ilmu tersebut. Dalam konteks ini, karya-karya yang bermanfaat dapat berupa penulisan buku, penelitian ilmiah, seni, atau pun inovasi teknologi yang membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan menciptakan karya-karya yang bernilai, seseorang tidak hanya memberikan manfaat kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada generasi yang akan datang.

Page: 1 2

Arundaya Maulana

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago