Categories: Tokoh

Tingkatan Seorang Waliyullah Menurut Ibnu Arabi

PROGRESIF EDITORIAL – Tingkatan waliyullah menurut Syekh Akbar Sayyid Muhyiddin Ibnul Arabi itu beraneka ragam, sesuai perkembangan spiritual masing-masing, antara lain yaitu:

  1. Wali Al-Aqthob (الأقطاب), berasal dari kata tunggal Quthub (قطب), yang bermakna pasak. Tingkatan wali yang pertama ini adalah tingkatan wali tertinggi. Jumlahnya hanya satu orang untuk setiap generasi.
  2. Wali Al-Aimmah (الأئمة), berasal dari kata tunggal Al-Imam (الإمام). Jumlahnya hanya dua orang disetiap generasi. Diantra kekaromahannya adalah pandangan hidupnya hanya tertuju pada alam malakut (berpenghuni malaikat, jin, dan iblis), terkadang juga hanya tertuju pada alam malaikat saja.
  3. Wali Al-Autad (الأوتاد), yang berasal dari kata tunggal وتد. Jumlahnya ada empat orang disetiap generasi dan tinggal di empat penjuru bumi, yaitu bumi bagian utara, selatan, barat, dan timur. Mereka bagaikan penjaga di setiap pelosok bumi.
  4. Wali Al- Abdal (الأبدل), yang berasal dari kata tunggal badal (بدل), yang artinya pengganti. Jumlahnya ada tujuh orang dalam satu generasi, tidak bertambah dan tidak berkurang. Apabila ada yang meninggal, maka Allah akan segeera mengangkat wali lain sebagai penggantinya. Ulama’ mengatakan bahwa bumi ini memiliki tujuh daerah, dan setiap daerah terdapat satu wali abdal.
  5. Wali Nuqoba’ (نقباء), berasal dari kata Naqiibun (نقيب), yang artinya pemimpin. Jumlahnya ada dua belas orang di setiap generasi. Diantara kekeramatannya adalah mereka sanagat menguasai tentang syari’at islam (hukum-hukum keagamaan). Selain itu mereka juga dapat mengetahui tentang rahasia yang tersembunyi di hati seseorang (mukasyafah). Merka mampu memebak karakter seseorang hanya dengan melihat bekas jejak kakinya.
  6. Wali Nujaba’ (نجباء), berasal dari kata tunggal (نجيب), yang artinya orang yang mulya. Jumlahnya delapan orang di setiap generasi. Pada umumnya, para wali ini banyak didatangi orang dan kemanapun mereka pergi disambut orang banyak. Mereka tidak merasakan bahwa dirinya wali. Akan tetapi wali yang tingkatnya lebih tinggi yang mengetahuinya.
  7. Wali Hawariyyun (حواريون), berasal dari kata tunggal Hawari (حواري), yang artinya penolong. Jumlahnya hanya ada satu orang di setiap generasi. Wali ini mempunyai sikap pemberani dalam membela agama Allah. Apabila ia meninggal, maka Allah akan menggantinya dengan yang lain. Pada zaman nabi hanya ada satu sahabat yang mencapai tingkatan wali Hawari, yaitu Zubair bin Awwam, sebagaimana sabda Nabi S.A.W.

لكل نبي حواريٌ وحواريْ زبير بن العوام

Artinya: Setiap nabi mempunyai wali hawari. Sedangkan hawariku adalah Zubair bin Awwam.

Syarif Abdurrahman

Santri yang belajar Islam. Instagram @berruang.aja

Share
Published by
Syarif Abdurrahman

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago