Categories: Seputar Islam

Cara Bertaubat yang Benar

PROGRESIF EDITORIAL– Sebagai manusia kita tidak luput dari salah maupun dosa, terkadang kita ragu bagaimana bimbang apakah tobat yang kita lakukan akan diampuni oleh Allah. Lalu bagaimana caranya, agar kesalahan yang kita perbuat diampuni oleh Allah?

Tobat berarti kembali, kembali dari sesuatu yang tercela menurut syariat menuju sesuatu yang terpuji. Kembali kepada Allah setelah jauh dari-Nya akibat dosa dan maksiat. Bagi peniti jalan Allah, tobat adalah stasiun pertama. Bahkan, tobat adalah pintu masuk untuk menapaki jalan ruhani. Karena sangat sering diucapkan, makna tobat sering terabaikan. Padahal, setiap orang mesti memperlihatkan tobat dan segala konsekuensinya.

Dalam kajian seninan KH. Agoes Ali Masyhuri disebutkan bahwa tobat adalah membangun dan menyusun. Sangat aneh, jika kata tobat sering diucapkan tetapi maknanya tidak disadari dan dipahami.

Semua orang membutuhkan tobat. Tak ada seorang pun yang tak berdosa dan tak mencederai hak-hak Allah. Sangat langka orang yang bersih, tegar, dan memiliki iman yang kuat. Tobat dibutuhkan untuk mengisi jiwa dan menguatkan keimanan.

Lalu bagaimana ciri-ciri taubat yang benar:

Ciri tobat adalah menyesali maksiat yang dilakukan dan ketaatan yang luput diamalkan.

Rasulullah Saw. telah bersabda, Ibnu Ma’qil berkata, “Aku bersama ayahku menemui Abdullah, maka aku mendengar dia berkata, ‘Rasulullah Saw. bersabda, ‘Penyesalan adalah bentuk taubat.’ Maka ayahku bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mendengarnya dari Rasulullah Saw. bahwa penyesalan adalah taubat?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ (HR. Ibnu Majah)

Hadits ini mengadung makna bahwa pilar tobat yang paling utama adalah penyesalan. Adapun bagaimana cara kita bertaubat adalah sebagai berikut:

1.Pilar tobat yang pertama adalah menyesal

2.Pilar yang kedua adalah bersegera meninggalkan maksiat

3.Pilar yang ketiga adalah bertekad untuk tidak mengulangi.

Page: 1 2

Admin Progresif Media

Official Media Broadcaster Pesantren Progresif Bumi Shalawat Lebo, Sidoarjo

Share
Published by
Admin Progresif Media

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago