Categories: Seputar Islam

Hukum Makan di Restoran All-You-Can-Eat yang Berlebihan

PROGRESIF EDITORIAL – Sobat santri tentunya kerap kali menemukan restoran yang telah menyediakan sistem all you can eat, yaitu dimana kita dapat makan sepuasnya, namun sistem ini berbeda-beda konsep sesuai kebijakan restoran.

Restoran all you can eat atau yang disebut AYCE atau prasmanan sepuasnya semakin populer di kalangan masyarakat. Sistem ini memungkinkan pengunjung menyantap makanan sebanyak mungkin dengan harga tetap. Namun, muncul pertanyaan, bagaimana hukum Islam menyikapi kebiasaan makan berlebihan dalam konsep AYCE?

Konsep Makan dalam Islam: Antara Nikmat dan Tanggung Jawab

Allah SWT memerintahkan manusia untuk menikmati rezeki-Nya, tetapi juga melarang berlebihan (israf).  Dalil Al-Qur’an tentang Larangan Berlebihan:

QS. Al-A’raf: 31: 

 “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”

QS. Al-Isra’: 26-27:  

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” 

Restoran All-You-Can-Eat dalam Tinjauan Fiqh Muamalah

Hukum akad dalam sistem AYCE, restoran AYCE menggunakan akad jual beli dengan sistem tetap lump sum. Artinya, pelanggan membayar harga tertentu untuk hak makan sepuasnya.  

Pandangan NU dan Ulama Syafi’iyyah, boleh selama ada kejelasan ‘wudhuh’ dalam transaksi, tidak termasuk gharar atau penipuan karena pelanggan sudah tahu konsekuensinya.  

Batasan konsumsi dalam AYCE, walaupun sistem AYCE halal, makan berlebihan tetap terlarang karena, melanggar prinsip israf QS. Al-A’raf: 31, membahayakan kesehatan mengurangi hak orang lain jika makanan terbuang percuma.  

Page: 1 2

Arundaya Maulana

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

9 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

9 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

9 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

9 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

9 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

9 months ago