Keutamaan Silaturahmi/Freepik
PROGRESIF EDITORIAL – Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tradisi ini tidak hanya membawa kebaikan dalam hubungan sosial, tetapi juga menjadi sebab turunnya rahmat, keberkahan, dan rezeki dari Allah SWT. Di era teknologi modern yang serba daring (online), silaturahmi menjadi semakin mudah dilakukan, namun ada tantangan tersendiri untuk menjaga esensi dari silaturahmi itu sendiri. Artikel ini akan membahas keutamaan silaturahmi, relevansinya dengan kemajuan teknologi, serta tuntunan Islam dalam memanfaatkannya.
Silaturahmi berasal dari bahasa Arab, yaitu silah yang berarti “hubungan” dan rahim yang berarti “kasih sayang”. Secara istilah, silaturahmi adalah upaya menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama manusia berdasarkan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian. Dalam Al-Qur’an dan hadis, silaturahmi sangat ditekankan karena ia mencerminkan keimanan seorang Muslim.
Allah SWT berfirman:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
(QS. An-Nisa: 1)
Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari, no. 5985; Muslim, no. 2557)
Hadis ini menunjukkan bahwa silaturahmi memiliki dampak langsung pada keberkahan hidup seseorang, baik dalam hal usia maupun rezeki.
Silaturahmi merupakan salah satu jalan yang mendekatkan seseorang kepada surga. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.”
(HR. Bukhari, no. 5984; Muslim, no. 2556)
Hadis ini mengingatkan kita tentang bahaya memutuskan silaturahmi, yang bisa menghalangi seseorang dari rahmat Allah dan surga-Nya.
Silaturahmi adalah salah satu amal yang mendatangkan rahmat Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya rahmat tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamnya ada orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.”
(HR. Bukhari, no. 5983)
Silaturahmi menjadi sarana mempererat hubungan antar keluarga dan masyarakat. Dalam Islam, menjaga ukhuwah (persaudaraan) adalah bagian dari keimanan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Muslim yang satu dengan yang lain itu bersaudara.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Teknologi modern telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi. Dengan adanya internet, media sosial, dan aplikasi pesan instan, jarak tidak lagi menjadi penghalang untuk menjaga hubungan dengan keluarga, kerabat, dan teman. Namun, teknologi daring juga menghadirkan tantangan yang perlu diatasi agar silaturahmi tetap terjaga dengan baik.
Agar teknologi daring tidak mengurangi esensi silaturahmi, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Meskipun teknologi mempermudah komunikasi, jangan jadikan teknologi sebagai pengganti interaksi langsung. Jika memungkinkan, usahakan untuk tetap mengunjungi keluarga atau kerabat secara langsung.
Gunakan teknologi dengan niat tulus untuk menjaga hubungan, bukan sekadar formalitas. Kirimkan doa, pesan positif, atau perhatian yang tulus melalui media daring.
Media sosial sering menjadi tempat munculnya konflik akibat perbedaan pendapat. Sebisa mungkin, jaga etika dalam berkomunikasi untuk menjaga hubungan baik.
Sesekali, adakan pertemuan fisik dengan keluarga atau kerabat untuk menjaga keakraban. Hal ini sangat penting untuk mempererat hubungan yang mungkin renggang akibat kesibukan masing-masing.
Menggabungkan teknologi dengan nilai-nilai Islam dalam silaturahmi dapat membawa banyak hikmah, di antaranya:
Silaturahmi adalah salah satu amal mulia yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Teknologi daring di era modern ini dapat menjadi sarana yang baik untuk menjaga silaturahmi, asalkan digunakan dengan bijak dan tetap mengutamakan nilai-nilai keikhlasan dan kasih sayang. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, sebagaimana beliau bersabda:
“Orang yang menyambung silaturahmi bukanlah orang yang hanya membalas kebaikan, tetapi orang yang menyambung silaturahmi adalah yang tetap menjalin hubungan ketika hubungan itu diputuskan.”
(HR. Bukhari, no. 5991)
Semoga kita dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkuat silaturahmi dan menjadi hamba Allah yang dicintai karena menjaga hubungan dengan sesama. Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber:
[1] https://perpustakaan.uad.ac.id/menjaga-silaturahmi-dalam-islam/
[2] https://www.bola.com/ragam/read/5542788/7-keutamaan-menjaga-silaturahmi-dengan-sesama-muslim
[3] https://kumparan.com/berita-terkini/7-keutamaan-silaturahmi-dalam-islam-dan-dalilnya-20EfXysCro9
[4] https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7018057/keutamaan-silaturahmi-berdasarkan-hadits-salah-satunya-dilapangkan-rezekinya
[5] https://kepri.kemenag.go.id/page/det/pentingnya-silaturahmi-tercatat-dalam-al-qur-an-dan-hadits
[6] https://uin-alauddin.ac.id/tulisan/detail/menggali-makna-dan-pentingnya-silaturahmi-dalam-perspektif-islam–kunci-harmoni-dan-keberkahan-hidup–0624
[7] https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6933219/7-keutamaan-silaturahmi-jadi-ciri-orang-beriman-dan-bisa-lancarkan-rezeki
[8] https://kepri.kemenag.go.id/page/det/kultum-ramadan-ke-23-marsyad-sanusi-jaga-silaturahmi
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…