Categories: Seputar Islam

Masya Allah! Inilah Cara Meredam Amarah Sesuai Ajaran Rasulullah

Hai sobat santri! Wih.. istiqomah selalu untuk membaca artikel-artikel di Progresif Editorial ya..

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara meredam amarah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Penasaran? Atau mungkin kalian sudah pada tahu nih.. yaudah yuk simak penjelasannya!

Marah adalah sifat tercela yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, marah berarti merasa gusar atau tidak senang pada suatu keadaan.

Marah dalam bahasa arab disebut ‘ghadab’ yaitu tidak terkendalinya emosi dan muncul perasaan ingin memusuhi. Selain itu, kata ghadab ini bisa juga memiliki arti meluapnya darah di dalam tubuh dan disertai keinginan untuk menyiksa.

 Seperti yang sudah diketahui, emosi marah ini bisa melahirkan kekuatan fisik yang besar. Dalam hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, ada yang menjelaskan tentang larangan marah.

Kekuatan tersebut bahkan bisa menguasai hati dan pikiran manusia. Emosi marah yang muncul bisa juga melahirkan nafsu yang besar dan merusak akal sehat. Berikut adalah hadits tentang larangan marah :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ia berkata: Wahai Rasulullah, sampaikanlah suatu perkataan kepadaku dan ringkaslah mudah-mudahan aku memahaminya. 

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:  Jangan marah. Lalu aku mengulanginya berkali-kali, semuanya dibalas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dengan sabda, Jangan marah!” (HR. Ahmad)

Page: 1 2 3

Farrel Dimas Saputra

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

5 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

5 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

5 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

5 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

5 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

5 months ago