PROGRESIF EDITORIAL – Timnas Indonesia resmi menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10). Final sempat imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu, dengan gol penyama kedudukan Elkan Baggott di penghujung babak tambahan. Euforia pun langsung terasa, dari tribun stadion hingga media sosial.
Adu penalti kerap disebut sebagai momen paling menguji mental dalam sepakbola. Semua persiapan, latihan, dan taktik selama 120 menit berakhir pada satu sepakan dari jarak 11 meter. Empat eksekutor Indonesia sukses menjalankan tugasnya, sementara dua penendang Thailand gagal, satu membentur tiang dan satu ditepis kiper Emil Audero.
Dalam Islam, situasi seperti ini dekat dengan konsep ikhtiar dan tawakal. Ikhtiar adalah usaha maksimal, yaitu latihan, strategi, dan kerja keras, sedangkan tawakal adalah menyerahkan hasilnya kepada Allah setelah usaha dilakukan. Dalam Al-Qur’an Surat ال عمران (Ali Imrān) ayat 159 menyebut bahwa setelah tekad dibulatkan, seseorang diminta bertawakal kepada-Nya.
Konsep ini juga memberi cara pandang yang adil bagi kedua tim. Pemenang tidak perlu jumawa, sebab hasil setipis tiang gawang dan tepisan kiper menunjukkan betapa sempitnya jarak antara menang dan kalah. Yang kalah pun tidak perlu larut, karena usaha yang sudah dikerahkan tetap bernilai. Di balik euforia juara, ada pelajaran yang berharga bahwa usaha dan hasil adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya perlu dihadapi dengan hati yang tenang.
