Home Seputar IslamMelepas Anak Mondok: Cerita di Balik Rindu dan Doa Orang Tua

Melepas Anak Mondok: Cerita di Balik Rindu dan Doa Orang Tua

Melepas anak ke pesantren menjadi ujian tersendiri bagi orang tua, terutama yang baru pertama kali. Simak cara menghadapi rindu dan hal yang bisa dilakukan selama anak berada di pondok.

by Ila Elsyams
2 minutes read
Sekelompok santriwati berkerudung putih duduk berdekatan sambil membaca kitab dan Al-Qur’an

PROGRESIF EDITORIAL – Setiap tahun ajaran baru, banyak orang tua mengantar anaknya ke pesantren lalu pulang tanpa bersamanya. Bagi anak, itu awal hidup mandiri. Bagi orang tua, berpisah dengan anak yang mondok menjadi ujian tersendiri, apalagi bagi yang baru pertama kali menitipkan anaknya.

Rindu paling terasa di awal. Malam pertama dan minggu pertama berada di pondok sering menjadi masa paling berat bagi santri baru, terlebih yang masih kecil dan baru berpisah dari orang tua. Di saat yang sama, anak harus menyesuaikan diri dengan aturan baru dan teman dari berbagai daerah dengan latar belakang dan karakter yang berbeda. Orang tua yang memahami proses ini akan lebih mudah mendampingi.

Orang tua yang baru pertama kali memondokkan anak disarankan melepas dengan tenang dan tidak mendramatisasi perpisahan dengan tangisan di depan anak, karena mental anak yang sedang beradaptasi perlu dijaga tetap stabil. Orang tua juga dianjurkan tidak terlalu sering menelepon lewat pengurus, tidak menceritakan masalah keluarga kepada anak, dan tidak panik ketika mendengar kabar anak sakit atau barangnya hilang.

Persiapan sebelum berangkat ikut berpengaruh. Anak yang mondok atas kesadarannya sendiri memiliki mental yang lebih siap menjalani aturan pesantren, sehingga pembicaraan tentang mondok bisa dimulai jauh hari. Ketika rindu terasa berat, orang tua bisa mengirim doa dan Al-Fatihah untuk anak. Selain memasrahkan anak kepada pesantren, orang tua juga diingatkan untuk ikut mendoakannya. Doa menjadi cara orang tua tetap hadir di tengah jarak.

Pendidikan anak di pesantren adalah kerja sama antara orang tua dan guru. Kebetahan anak menjadi tanggung jawab pesantren sekaligus orang tua, sehingga komunikasi dengan pengasuh dan pengurus perlu dijaga. Setiap pesantren memiliki aturan dan tata tertib yang harus diikuti santri beserta orang tuanya, termasuk soal kunjungan dan komunikasi, jadi orang tua perlu mengikuti ketentuan di pesantren masing-masing.

Melepas anak mondok memang berat, dan rindu yang datang setelahnya adalah hal yang wajar. Anak dititipkan di tempat belajar, dan doa orang tua tetap menyertainya dari rumah.

Related Posts

Leave a Comment

Secret Link