PROGRESIF EDITORIAL – Di sekitar kita ada pahlawan yang bekerja tanpa tanda jasa. Mereka menjalankan tugasnya setiap hari dan baru terasa perannya ketika tidak ada: guru yang mengajar, tenaga kesehatan yang merawat, dan petugas kebersihan yang menjaga lingkungan. Islam memberi tempat yang tinggi bagi pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain.
Guru mengajarkan ilmu dan membimbing murid sampai mampu berdiri sendiri. Tenaga kesehatan merawat mereka yang sakit dan menjaga nyawa banyak orang, sering kali di waktu ketika orang lain beristirahat. Petugas kebersihan menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi orang banyak.
Selain mereka, masih banyak pahlawan tanpa tanda jasa lainnya. Ada petani yang menanam makanan kita, nelayan yang melaut sebelum fajar, sopir dan pedagang kecil yang bekerja sepanjang hari, relawan yang membantu tanpa diminta, dan orang tua yang mengurus keluarga di rumah. Peran mereka jarang disebut, tapi manfaatnya terasa setiap hari.
Menghargai jasa mereka juga diajarkan. Rasulullah bersabda:
لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Dawud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954)
Berterima kasih kepada manusia atas kebaikan mereka merupakan tanda kesempurnaan akhlak. Ucapan terima kasih kepada siapa pun yang melayani kita tampak sederhana, tapi nilainya besar.
Pekerjaan yang dijalankan dengan tulus untuk kebaikan orang lain mendapat tempat yang tinggi dalam Islam, sekecil apa pun bentuknya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentarSampaikan pandangan dan diskusi santun mengenai topik artikel ini.
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan dan berdiskusi secara santun.
Hapus Komentar?
Apakah Anda yakin ingin menghapus tanggapan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.